Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober terasa menjadi momen luar biasa dalam sejarah panjang pemuda Indonesia. Pada hari itulah kita memperingati dan merefleksikan perjuangan para pemuda yang telah bersusah payah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, dan bahkan nyawa demi memperjuangkan dan mempertahankan tanah air kita tercinta.

Dalam perjuangannya mencapai kemerdekaan, kaum muda kita tidak banyak menggunakan senjata api, tetapi lebih mengandalkan bambu runcing sebagai senjata ampuh untuk melawan penjajah. Walaupun dalam kondisi terbatas, kaum muda kita tidak gentar dengan kelengkapan senjata yang dimiliki para penjajah. Bahkan, semangat dan kepercayaan mereka untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia makin bertambah besar.

Semangat dan kepercayaan diri kaum muda sebenarnya tidak lepas dari spirit nasionalisme yang berlipat ganda. Dengan landasan cinta tanah air, kaum muda mampu menyalakan semangat perjuangan rakyat lewat gerakan (movement) dan aksi (action). Di samping itu, mereka juga pantang menyerah dalam memberikan sumbangsih besar terhadap tercapainya suatu komitmen bersama untuk mempersatukan seluruh elemen pemuda di bumi Nusantara.

Perjuangan yang telah dikobarkan kaum muda terdahulu, pada saat itu, dalam pandangan penulis perlu diapresiasi. Betapa tidak, dengan semangat juang yang dikobarkan kepada rakyat Indonesia, akhirnya mampu mengangkat heroisme seluruh elemen bangsa untuk bersatu padu melawan tentara Belanda, Jepang, Inggris, dan sekutu-sekutunya. Dengan pidato-pidatonya yang retoris, para pahlawan kita berhasil menggerakkan seluruh kaum muda untuk bangkit melawan penjajah yang hendak menguasai Indonesia dengan membonceng tentara sekutu mereka.

Terlepas dari perjuangan kaum muda kita sebagai pelaku sejarah dalam kemerdekaan bangsa Indonesia, peringatan Hari Sumpah Pemuda dalam konteks masa kini perlu ditingkatkan kualitas heroiknya. Saat ini kualitas peringatan itu makin menurun dari tahun ke tahun. Artinya, kita tidak mampu menghayati dan merefleksikan makna kemerdekaan yang sebenarnya. Hari Sumpah Pemuda yang diperingati sekarang pada dasarnya lebih pada peringatan yang bersifat seremonial, bukan mengacu pada refleksi dalam memberikan makna baru kepahlawanan dan berusaha mengisi kemerdekaan yang telah diraih dengan semangat yang baru pula.

Dalam mengisi kemerdekaan ini, kita membutuhkan kaum muda masa kini yang mampu memberikan sumbangsih besar terhadap bangsa. Kaum muda ini nanti akan menjadi pelopor bagi kemajuan bangsa ke arah yang lebih demokratis dan dinamis. Kita membutuhkan kaum muda yang mampu dalam segala bidang kehidupan. Artinya, kita berharap akan banyak bermunculan pahlawan yang memang betul-betul mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur, Indonesia yang sejahtera dan memiliki komitmen untuk menjadi penyelamat dalam setiap problem kebangsaan yang melanda bangsa Indonesia saat ini.

Dalam konteks kekinian, kaum muda memang tidak lepas dari keberanian dalam membela kebenaran, kegigihan dalam memperjuangkan keadilan, dan kemampuan dalam mengatasi problem kebangsaan. Tidak hanya itu saja, kita masih membutuhkan kaum muda yang betul-betul mempunyai perhatian dan kepedulian untuk membawa perubahan mendasar terhadap bangsa Indonesia. Kita membutuhkan pahlawan dari kaum muda yang mampu menangkap para koruptor yang telah menyengsarakan rakyat banyak.

Kaum muda itulah yang diharapkan mampu mengatasi setiap problem kebangsaan, terutama masalah korupsi dan kemiskinan yang sangat akut dan terus merongrong masa depan bangsa Indonesia. Kita memang betul-betul membutuhkan pahlawan tersebut sebagai penyelamat dalam setiap problem yang menghantui ketenangan, kedamaian, kesejahteraan, dan kebahagian seluruh rakyat Indonesia.

Dalam kesempatan emas ini, kita jadikan peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai batu loncatan untuk membawa perubahan yang signifikan terhadap kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia dalam segala bidang. Dengan demikian, akhirnya bangsa ini menjadi bangsa yang besar dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kepahlawanan yang ditumbuhkan oleh para pejuang kemerdekaan.

Kita tidak hanya memperingatinya dengan bentuk seremoni yang kurang memberikan pengaruh besar terhadap perbaikan kondisi bangsa. Tetapi, bagaimana kita harus berkorban diri untuk mengembangkan skill yang kita miliki dan mencetak prestasi gemilang sebagai sumbangsih yang besar bagi kemajuan bangsa ke depan. Kita mesti melakukan inovasi dan revolusi dalam mengubah kondisi bangsa yang karut-marut akibat krisis multidimensional yang berkepanjangan.

Selanjutnya, kita harus memahami bahwa para pahlawan bukan saja berjasa dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa, melainkan juga yang paling fundamental mereka telah menanamkan dan menumbuhkan nilai-nilai luhur budaya bangsa yang kemudian lebih dikenal dengan nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan, kejuangan, dan kesetiakawanan sosial. Nilai-nilai luhur tersebut pada gilirannya menjadi kekuatan identitas yang lebih melekat dan inheren dalam setiap masing-masing elemen bangsa.

Untuk itu, pada momen luar biasa ini, marilah kita memberikan penghormatan dan apresiasi positif kepada kaum muda terdahulu atas segala pengorbanan dan perjuangan mereka bagi kemerdekaan bangsa Indonesia. Salah satunya yang sangat fundamental adalah dengan merevitalisasi nilai-nilai budaya yang dapat memberikan makna dan perjuangan bagi pahlawan kita, sehingga cita-cita luhur bangsa Indonesia, yakni masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, dapat tercapai sesuai harapan kita bersama. Semoga

oleh:Mohammad Takdir Ilahi

sumber:suara karya online